Berbasis Daring, Pengisian SAPTO Harus Sesuai Standar

[unpad.ac.id, 29/08/2017] Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) yang dikembangkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sudah mulai diberlakukan sejak Juni lalu. Sistem pengisian borang akreditasi secara daring ini memerlukan kehati-hatian saat melakukan pengisiannya.

Suasana “Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SAPTO” di Bale Rucita Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (28/08). (Foto: Tedi Yusup)*

“Sangat diperlukan pengelolaan data yang sangat baik dan diikuti dengan kepatuhan-kepatuhan baik dari segi isian data serta frasa bahasa sesuai dengan standar-standar yang diberlakukan,” ujar Kepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unpad Dr. Hj. Rd. Funny Mustikasari Elita, M.Si., saat membuka “Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SAPTO” di Bale Rucita Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (28/08).

Sosialisasi yang digelar SPM Unpad ini diikuti para ketua Unit Penjaminan Mutu di tingkat fakultas, , Para Auditor SPM (Tenaga Kependidikan), Tim Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EPSBED), serta para Staf Akademik dan Kemahasiswaan di lingkungan Unpad.

Dr. Funny mengatakan, diperlukan berbagai persiapan yang harus dilakukan dengan didukung dengan data berkualitas. Data ini tentunya harus sesuai dengan format dan standar yang telah diberlakukan BAN PT.

“Contohnya seperti kata ‘Komponen A’ di borang evaluasi diri oleh program studi diubah menjadi ‘Standar 1’ maka pengusul diminta untuk merevisinya. Pengisian data Excell perlu kejelian dalam pengisian borangnya, sebab proses-proses manual yang selama ini dilaksanakan di dalam SAPTO, sebagian proses akan diotomatisasi (dibuat sistem online) dan jika ada salah satu tabel yang ter-drag maka proses uploading akan gagal,” kata Dr. Funny.

Pengisian borang akreditasi tahun ini masih menggunakan 7 standar lama. Namun, mulai 2018, standar tersebut akan berubah dengan menggunakan 9 kriteriasi berbasis standar nasional pendidikan tinggi (SNPT). Standar ini berorientasi pada capaian dengan penciri besarnya bobot output di bidang Tridarma Perguruan Tinggi.

Pemaparan pelaksanaan SAPTO difasilitasi oleh narasumber Auditor SPM Asep Sutiadi, S.Sos., M.Si. Asep mengatakan, SAPTO mendukung setiap proses yang dilakukan dalam akreditasi, seperti pengajuan usulan akreditasi oleh perguruan tinggi, pemeriksaan dokumen, penugasan asesor dan validasi yang dilakukan, serta proses asesmen kecukupan (AK) dan asesmen lapangan (AL) oleh asesor.

Sistem ini sebenarnya merupakan sistem akreditasi yang akan mempermudah perguruan tinggi dalam menyampaikan dokumen akreditasi. SAPTO akan menggunakan beberapa data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi sebagai referensi data dalam proses pengajuan akreditasi. Untuk itu, lanjut Asep, tim harus rutin melakukan pengecekan dan perbaruan data terlebih dahulu.

Selain itu Asep juga memberikan bimbingan teknis kepada peserta mengenai alur pengajuan areditasi dengan SAPTO. Mulai dari cara pendaftaran, mengunduh template borang, pengisian borang data kuantitatif hingga proses pengajuan akreditasi program studi.

Kewenangan mengunggah borang dan data ke dalam SAPTO di Unpad hanya bisa dilakukan oleh SPM. Ini didasarkan setiap Perguruan Tinggi hanya memiliki satu akun yang saat ini dimiliki oleh SPM.

“Untuk itu silakan bagi prodi yang sudah siap submit segera menghubungi SPM,” pungka Asep.*

Rilis: Wati Sukmawati/SPM Unpad/am

The post Berbasis Daring, Pengisian SAPTO Harus Sesuai Standar appeared first on Universitas Padjadjaran.