Bisnis Agroteknologi Perlu Riset dan Komunikasi

[unpad.ac.id, 4/12/1017] Menjalankan bisnis di bidang agroteknologi diperlukan penelitian yang mendalam dan spesifik sesuai permintaan pasar. Komunikasi mendalam dengan pihak terkait juga dilakukan untuk menghasilkan produk yang benar-benar dibutuhkan pasar.

Suasana Seminar Nasional Agrotechnology Days 2017 “Peran Pendidikan, Riset, dan Agrotechpreneurship dalam Pengembangan Pertanian Indonesia” yang digelar Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Faperta Unpad bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Agroteknologi Indonesia (Formatani) di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (4/12). (Foto: Arief Maulana)*

“Anda harus benar-benar tahu, apa yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen Anda, dan apa yang bisa dilakukan oleh para petani,” ujar Tateo Morita dari Japan International Coorporation Agency (JICA) saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Agrotechnology Days 2017 “Peran Pendidikan, Riset, dan Agrotechpreneurship dalam Pengembangan Pertanian Indonesia” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad kampus Jatinangor, Senin (4/12).

Tateo Morita mencontohkan berbagai aktivitasnya alam menjalankan agro-entrepreneurship di Jepang. Ia mengungkapkan bahwa dalam satu komoditas pertanian tertentu, perlu penelitian mendalam untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang sesuai dengan keinginan konsumen.

“Misalnya dalam memproduksi wortel. Perlu wortel dengan kualitas yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen yang spesifik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen Perkumpulan Agroteknologi Indonesia Prof. Hadiwiyono mengungkapkan bahwa riset dan pendidikan agroteknologi sangat berperan penting dalam pengembangan pertanian di Indonesia, khususnya pengembangan agroteknologi berkelanjutan.

Menurut Prof. Hadiwiyono, pendidikan agroteknologi sangat berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter, cerdas, dan profesional  di bidang agroteknologi berkelanjutan. Pendidikan juga berperan untuk mengembangkan agroteknologi berkelanjutan yang inovatif.

Seminar nasional tersebut dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unpad  Anas, Ir.,M.Sc.,Ph.D. Acara ini digelar Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Faperta Unpad bekerja sama dengan Forum Mahasiswa Agroteknologi Indonesia (Formatani), dan diikuti oleh sejumlah mahasiswa agroteknologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Turut hadir pula sebagai pembicara dalam seminar tersebut Head of Corporate Affairs PT Sygenta Indonesia Ir. Midzon L. I. Johannes, S.S., M.Min, Presiden Direktur PT Momenta Agriculture Ir Danny Kristian Rusli, dan pengusaha hidroponik Ando Tunggul Namureta, SP.

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

The post Bisnis Agroteknologi Perlu Riset dan Komunikasi appeared first on Universitas Padjadjaran.