Dekan FEB Unpad Dorong Pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri Rumpun Ilmu Ekonomi dan Bisnis

[Unpad.ac.id, 9/6/2018] Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yudi Azis, PhD, ikut menyusun naskah studi kelayakan pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri untuk program studi Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntasi (LAMEMBA) di Jakarta, Kamis (7/6).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yudi Azis, PhD, (kedua dari kanan) saat mengikuti rapat penyusunan naskah studi kelayakan pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri untuk program studi Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntasi (LAMEMBA) di Jakarta, Kamis (7/6).*

Yudi mewakili FEB Unpad dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI). Penyusunan naskah tersebut dilakukan dalam rapat yang melibatkan tiga unsur penting, yaitu AFEBI, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Rapat penyusunan ini membahas berbagai hal strategis pendirian LAMEMBA, seperti struktur organisasi, pendanaan, ruang lingkup jenjang program studi, hingga rancangan sistem dan proses kelembagaan.

Dikutip dari rilis yang diterima Humas Unpad, LAMEMBA nantinya memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan prodi di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis se-Indonesia.

Yudi mengatakan, AFEBI memiliki kepedulian yang sangat besar atas pendirian LAMEMBA. Nantinya, para pengelola fakultas akan menjadi pihak yang membutuhkan akreditasi dan layanan lembaga ini.

“Para asesor LAMEMBA juga ‘kan berasal dari perguruan tinggi. Tentunya kita ingin LAMEMBA menjadi lembaga yang dapat mendorong kualitas pendidikan ekonomi dan bisnis menjadi lebih baik tanpa harus membebani universitas terlalu berat,” ujar Yudi dalam rapat tersebut.

Selama ini Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) menjadi  lembaga pemerintah yang memberikan akreditasi bagi semua institusi dan prodi perguruan tinggi di Indonesia. Bila LAMEMBA resmi berdiri, akreditasi untuk program studi di bawah naungan FEB akan beralih menjadi tanggung jawab LAMEMBA. Sementara BAN PT akan bertanggung jawab untuk akreditasi institusi/fakultas.

Namun, LAMEMBA menjadi lembaga akreditasi di luar lembaga pemerintah. Diperkirakan, proses akreditasi akan berbiaya.

Yudi yang juga Ketua Komisi Akreditasi dan Penjaminan Mutu AFEBI mengatakan, kualitas akreditasi LAMEMBA harus setara dengan badan akreditasi internasional, sepertiABEST 21 atau lembaga sertifikasi Asean University Network Quality Assurance (AUN QA).

“Saat ini sudah banyak FEB di Indonesia yang memiliki akreditasi internasional. Jangan sampai terlalu banyak proses akreditasi sehingga membebani perguruan tinggi, misalnya dengan membuat borang akreditasi yang berbeda. Bila bisa diselaraskan tentu akan meringankan beban proses ini,” imbuhnya.

FEB Unpad sendiri saat ini telah memiliki tiga program studi yang berakreditasi ABEST 21. Tiga prodi tersebut diantaranya Magister Manajemen, Magister Akuntansi, dan Magister Ekonomi Terapan. Proses akreditasi ABEST 21 juga tengah dilakukan untuk tingkat fakultas.*

Rilis/am

 

The post Dekan FEB Unpad Dorong Pembentukan Lembaga Akreditasi Mandiri Rumpun Ilmu Ekonomi dan Bisnis appeared first on Universitas Padjadjaran.