Dosen dan Alumni Unpad Sampaikan Rekomendasi Pembangunan Jawa Barat kepada Kandidat Gubernur/Wakil Gubernur

[unpad.ac.id26/4/2018] Sejumlah pakar dan praktisi alumni Universitas Padjadjaran memberikan ulasan mengenai tantangan dan potensi yang ada di Jawa Barat. Ulasan ini diharapkan dapat menjadi perhatian para pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur jelang pemilihan umum kepala daerah Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang.

Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan gagasan dan rencana program di hadapan tim panelis dan penonton dalam acara acara “Mimbar Pemimpin Indonesia: Ngaruwat Kandidat keur Ngarawat Jawa Barat” yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Komis Pemilihan Umum (KPUD) Jabar di Grha Sanusi Hardjadinata kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (25/4). (Foto: Tedi Yusup)*

Ulasan tersebut disampaikan dalam acara “Mimbar Pemimpin Indonesia: Ngaruwat Kandidat keur Ngarawat Jawa Barat” yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Komis Pemilihan Umum (KPUD) Jabar di Grha Sanusi Hardjadinata kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (25/4). Acara bertajuk diskusi interaktif tersebut dihadiri tiga paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Sejumlah pakar dan praktisi yang bertindak menjadi panelis tersebut yaitu Dosen FTIP sekaligus pakar ekologi Unpad Ir. Chay Asdak, PhD, ahli politik dar FISIP Unpad Dr. Yusa Djuandi, Mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI 2011 – 2014 Sapta Nirwandar,  serta Akademisi dan ahli Semiotika Dr. Acep Iwan Saidi. Panelis juga menghadirkan perwakilan generasi muda, yaitu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kema Unpad Izmu Tamami Roza.

Chay mengatakan, dari segi lingkungan, Jawa Barat sangat rentan terhadap bencana hidro meteorolgis dan ekologis. Sebanyak 60% bencana hidro meteorologi dan ekologi di Indonesia terjadi di Jawa Barat. Hal ini tentunya harus diantisipasi oleh Gubernur terpilih ke depan.

“Siapapun yang ingin menjadi kepala daerah di Jabar harus menyadari bahwa ia akan berhadapan dengan daerah yang luas namun rentan,” kata Chay.

Rentannya kebencaan di Jawa Barat salah satunya diakibatkan dari permasalahan tata ruang wilayah. Chay menjelaskan, penyimpangan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Jabar sudah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, masalah ini tidak pernah terselesaikan dengan baik.

Dr. Yusa menyoroti berbagai masalah seputar stabilitas keamanan. Ia mengatakan, permasalahan keamanan tidak hanya seputar isu terorisme dan radikalisme. Masalah lingkungan dan pangan jika dibiarkan akan memicu ketidakstabilan keamanan di Jabar.

“Gubernu harus mampu menjalin komunikasi dan menjalin sinergi antar walikota/bupati di bawah,” kata Dr. Yusa.

Di tingkat kepala daerah, gubernur harus mampu membangun sinergi antar kepala daerah dalam menangani berbagai permasalahan lingkungan yang ada.

Sementara di tingkat bawah, gubernur harus bisa membangun komunikasi yang intens dan efektif dengan rakyat. Komunikasi ini dilakukan untuk mencegah timbulnya ideologi ekstrem di masyarakat. Komunikasi ini harus dibangun dengan baik oleh Gubernur beserta jajarannya.

Di sektor pariwisata, Sapta Nirwandar menyoroti soal peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jabar. Mantan ketua Ika Unpad 2012 – 2014 ini mengatakan, pariwisata memiliki efek ganda.  Secara langsung maupun tidak langsung, sektor kepariwisataan akan banyak menyerap jumlah tenaga kerja.

Sapta menilai, geliat pariwisata di Jabar terbilang minim. Padahal, Jabar kaya akan potensi alam dan budaya yang bisa diangkat menjadi destinasi wisata. Untuk itu, ia mendorong agar investasi di Jabar dapat dialihkan ke sektor pariwisata.

Dr. Acep Iwan Saidi memberikan rekomendasi agar setiap paslon mampu menonjolkan karakter kepemimpinan Sunda. Penguatan karakter ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kebinekaan Indonesia.

“Pemimpin Jabar harus punya karakter sendiri yang mencerminkan kebudayaannya. Sehingga diharapkan lahir pemimpin nasional kebanggaan Jawa Barat,” kata Acep yang juga alumnus Unpad tersebut.

Sementara dari perwakilan generasi muda, Izmu meminta setiap paslon untuk memberikan rekomendasi program dalam peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA dan SMK di Jabar. Ia menilai APK Jabar masih buruk dibanding provinsi lain di Indonesia.

Selain usulan dan rekomendasi, setiap paslon juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai gagasan dan rencana programnya untuk menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan tim panelis.

Wakil Rektor bidang Tata Kelola, Perencanaan, dan Sistem Informasi Unpad Dr. Sigid Suseno, M.Hum., mengapresiasi acara tersebut. Ia mengharapkan, melalui acara ini, sivitas akademika maupun masyarakat umum bisa mendalami berbagi konsep dan pemikiran setiap paslon.

“Dalam lima tahun ke depan, kita memerlukan pemimpin yang bisa membawa Jabar lebih maju,” ujar Dr. Sigid.*

Laporan oleh Arief Maulana

The post Dosen dan Alumni Unpad Sampaikan Rekomendasi Pembangunan Jawa Barat kepada Kandidat Gubernur/Wakil Gubernur appeared first on Universitas Padjadjaran.