Dukung Daya Saing, Unpad Pelopori Pembentukan Konsorsium Rami Nasional

[unpad.ac.id, 12/09/2017] Universitas Padjadjaran menggagas pembentukan konsorsium rami nasional. Dukungan pembentukan konsorsium ini untuk meningkatkan akselerasi riset pengembangan tanaman rami (Boehmeria nivea) di Indonesia.

Sejumlah peneliti rami dari berbagai perguruan tinggi Indonesia mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Progres Riset Rami di Indonesia dan Perencanaan Menuju Sinergi Riset dan Konsorsium” yang digelar di Wisma Tambi, PT. Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jumat (8/09) lalu.*

Dosen Departemen Biologi FMIPA Unpad Asri Peni Wulandari, M.Sc., PhD menyampaikan, niat awal pembentukan konsorsium ini adalah untuk mempersatukan para peneliti lintas bidang ilmu. Saat ini, belum ada integrasi yang baik antar peneliti rami sehingga dikhawatirkan penelitian yang dilakukan akan tumpang tindih.

Hal tersebut disampaikan Asri dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Progres Riset Rami di Indonesia dan Perencanaan Menuju Sinergi Riset dan Konsorsium” yang digelar di Wisma Tambi, PT. Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jumat (8/09) lalu. Demikian disampaikan dalam rilis yang diterima Humas Unpad.

Akselerasi yang hendak dicapai melalui konsorsium adalah peningkatan hilirisasi riset di sektor industri. Di sisi lain, konsorsium ini juga akan mempertemukan para peneliti rami, unsur pemerintahan, hingga pelaku industri rami sehingga percepatan pengembangan komoditas ini dapat bersaing dengan produk dari luar negeri.

Dukungan konsorsium ini juga datang dari pihak Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Tri Budi A, perwakilan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo mengatakan, konsorsium ini diharapkan dapat mendukung Wonosobo sebagai model percontohan pengembangan industri rami, mulai dari hulu hingga hilirnya.

“Kami berharap agar hasil-hasil penelitiannya di kampus supaya segera mungkin dapat diaplikasikan di lapangan. Karena ini akan menjadi lapangan pekerjaan baru di daerah Wonosobo,” ujar Tri.

Selama ini Wonosobo telah menjadi sentra tanaman rami. Dikelola oleh perusahaan daerah CV Rabersa, pengolahan serat alam rami sudah sampai tahap produksi china grass. Sebanyak 5% serat alam saja yang dihasilkan saat panen tanaman rami. Sisanya merupakan limbah hijauan yang terdiri dari daun dan serpih kayu yang belum terkelola.

Potensi limbah tanaman rami ini telah menjadi fokus penelitian bagi para peneliti Unpad. Asri sendiri bersama tim Unpad telah menghasilkan tiga produk yang siap dihilirasi, yakni biostarter penghidrolisi getah tanaman rami, serat alam, dan biobriket rami.

Tiga hilirisasi ini siap diluncurkan sebagai produk unggulan Unpad dengan merek “Biodegum”, “FiPULP-rami” dan “TRAK” Briket.

Acara FGD ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, dinataranya akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, dan kelompok masyarakat. Para akademisi yang hadir merupakan peneliti dari berbagai perguruan tinggi yang sudah melaksanakan penelitiannya di Wonosobo.

Selanjutnya, para peneliti pun menyampaikan progres riset tentang rami, salah satunya peneliti dari Universitas Negeri Yogyakarta menyampaikan hasil penelitiannya tentang komposit material berbahan baku  rami untuk pembuatan baju anti peluru. Beberapa peneliti lainnya mempunyai akses untuk rencana kerja sama dengan industri otomotif dalam rancangan bahan material interior berbahan komposit rami.

Unpad sendiri akan memperkuat penelitian rami bersama Politeknik Negeri Semarang di bidang kajian terhadap permesinan pencetak briket, pengering serat dan briket, serta pengembangan mesin pemotong rami.*

Rilis/am

 

The post Dukung Daya Saing, Unpad Pelopori Pembentukan Konsorsium Rami Nasional appeared first on Universitas Padjadjaran.