Hadapi Era Teknologi Digital, Interaksi Sosial Tetap Diperlukan

[unpad.ac.id, 31/12/2018] Di era industri 4.0,  perlu upaya khusus untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapinya. Berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi saat ini membuat masyarakat kurang berinteraksi melalui tatap muka langsung, sehingga dapat menimbulkan masalah pada aspek psikologis.

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskandar menjadi pembicara kunci pada Seminar “Aku & Revolusi 4.0, My Dream My Future” yang digelar Biro Pelayanan dan Inovasi Psikologi (BPIP) Unpad di Bale Rumawat, Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (28/12). (Foto: Tedi Yusup)*

“Bagaimanapun juga, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi. Saya pikir kedepannya kan banyak sekali yang menghadapi masalah-masalah stres,” ujar Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskandar saat menjadi pembicara kunci pada Seminar “Aku & Revolusi 4.0, My Dream My Future” yang digelar Biro Pelayanan dan Inovasi Psikologi (BPIP) Unpad di Bale Rumawat, Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (28/12).

Tekanan hidup yang semakin kuat, persaingan semakin tinggi, dan semakin sedikitnya berinteraksi langsung dengan manusia menjadi tantangan sendiri bagi manusia di era industri 4.0. Jika tidak siap, stres pun akan meningkat.

“Marilah kita siapkan seperti apa manusia pada zaman industri 4.0 ini,” ujar Prof. Zulrizka.

Sementara itu, Dosen Fakultas Psikologi Unpad Eka Riyanti Purboningsih, S.Psi, M.Psi mengatakan bahwa teknologi menjadi salah satu faktor besar yang memengaruhi kehidupan manusia saat ini. Menururtnya, perubahan lingkungan sosial yang ditimbulkan teknologi dapat memengaruhi interaksi sosial masyarakat.

“Interaksi yang berubah karena teknologi kemungkinan besar akan mengubah identitas sosial,” ujar Eka.

Dijelaskan Eka, di setiap generasi, mulai dari baby boomers hingga generasi alpha, memiliki karakteristik yang berbeda dilihat dari lingkungan sosialnya masing-masing. Namun, di setiap zaman, ada karakteristik yang sama yang membuat orang di satu generasi dapat memiliki identitas sosial yang sama.

Diungkapkan Eka, untuk dapat memiliki kesejahteraan hidup di era industri 4.0, selain membutuhkan digital literasi dan digital safety, juga memerlukan caring. Eka menekankan bahwa meski teknologi semakin canggih, kebutuhan untuk berinteraksi langsung dengan manusia tetap diperlukan.

Dalam berinteraksi. dibutuhkan kepedulian tinggi satu sama lain. Berdasarkan penelitian yang Eka lakukan, adiksi pada teknologi dapat berakibat seseorang tidak peduli pada lingkungannya dan sebaliknya.

“Sentuhan dengan orang lain, itu likes atau loves yang paling besar kontribusinya bagi kebahagiaan seseorang,” ujar Eka.

Selain Eka, acara tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara yaitu Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad Aulia Iskandarsyah, M.Psi., MSc., PhD, Rektor Institut Pradita Prof. Richardus Eko Indrajit, dan Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual ITB Dr. Intan Rizky Mutiaz.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

The post Hadapi Era Teknologi Digital, Interaksi Sosial Tetap Diperlukan appeared first on Universitas Padjadjaran.