Inovasi dan Iptek Kunci Hadapi Tantangan 73 Tahun Indonesia Merdeka

[unpad.ac.id, 17/8/2018] Tujuh puluh tiga tahun merdeka, Indonesia dihadapkan pada tantangan revolusi industri tahap 4. Untuk itu, pemerintah berupaya mendorong peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi bagi masyarakat.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad Menjadi Pembina Upacara dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (17/8). (Foto: Tedi Yusup)*

Demikian disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Prof. Mohamad Nasir dalam pidato Upacara Bendera Peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (17/8). Bertindak sebagai pembina upacara Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad.

Rektor membacakan, menghadapi revolusi industri tahap 4, Indonesia perlu memperkuat pola literasi di masyarakat. Jika pola literasi lama mengandalkan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung,maka harus diperkuat dengan pola literasi baru pada pendidikan tinggi.

Literasi baru tersebut meliputi, literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Literasi data merupakan kemampuan mahasiswa untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi dari mahadata (big data) dalam dunia digital.

“Literasi teknologi merupakan kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja, seperti coding dan artificial intelligence serta prinsip teknik rekayasa,” ucap Rektor.

Sementara literasi manusia, lanjut Rektor, merupakan kemampuan untuk berkomunikasi, meraba sisi kemanusiaan, dan mampu mendesain kreativitas. Ketiga literasi ini perlu dikuasai oleh seluruh lulusan perguruan tinggi.

“Untuk menanamkan literasi itu, para dosen, guru, maupun tenaga kependidikan juga harus meningkat kualitasnya, terutama pada skills kepemimpinan dan kerja sama tim, kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru dan tantangan global, serta mempunyai kemampuan entrepreneurship, termasuk penguasaan social entrepreneurship,” papar Rektor.

Upacara tersebut diikuti oleh sejumlah pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad. Bertindak sebagai pembaca naskah UUD 1945 Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad Dr. Yudi Nurul Ihsan, M.Si., dan pembaca doa oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Yudi Azis, PhD.












Sejumlah dosen dan tenaga kependidikan PNS juga mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 90/TK/2018 yang dibacakan Direktur Sumber Daya Manusia Unpad Drs. Gatot Riwi Setyanto, M.Si, sebanyak 51 dosen dan tenaga kependidikan mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 30 tahun.

Selanjutnya, sebanyak 31 dosen dan tenaga kependidikan mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 20 tahun, serta 61 dosen dan tenaga kependidikan mendapat tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya 10 tahun.*

Laporan oleh Arief Maulana

The post Inovasi dan Iptek Kunci Hadapi Tantangan 73 Tahun Indonesia Merdeka appeared first on Universitas Padjadjaran.