Masuk Perguruan Tinggi Klaster Pertama Kemenristekdikti, Unpad Ikut Berkontribusi Bagi Negeri

[unpad.ac.id, 17/8/2018] Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2018, Jumat (17/8). Universitas Padjadjaran berada dalam kelompok perguruan tinggi klaster pertama bersama 13 perguruan tinggi lainnya.

Logo Unpad.*

Klasterisasi Kemenristekdikti merupakan upaya pemetaan perguruan tinggi nasional di bawah naungan Kemenristekdikti. Pemetaan bertujuan meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.

Proses klasterisasi dilakukan melalui penilaian lima komponen dari data yang ada di Pangkalan Data Perguruan Tinggi Kemenristekdikti maupun data lain yang relevan, yaitu meliputi: kualitas SDM, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan, kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta kualitas inovasi.

Indikator penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi indikator dengan persentase penilaian terbesar, yaitu 30%. Selanjutnya indikator kelembagaan (28%), SDM (25%), kemahasiswaan (12%), dan inovasi (5%). Berdasarkan hasil penilaian, Unpad memperoleh skor total 2,95, dan menduduki peringkat 9.

Capaian Unpad untuk Indonesia

Pengumuman klasterisasi ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia. Pada momentum ini pula, Unpad merefleksi berbagai capaian yang telah diperoleh atas kinerjanya dalam setahun terakhir.

Senada dengan upaya Kemenristekdikti, Unpad berkomitmen penuh pada penguatan aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai riset telah dihilirisasikan menjadi produk yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

Di sisi riset ini pula, Unpad aktif berkontribusi dalam pembangunan wilayah. Dalam beberapa tahun terakhir, Unpad aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Atas dukungan yang kuat dalam mengembangkan kawasan Ciletuh-Palabuhanratu, pada April lalu, UNESCO telah menetapkan kawasan ini menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Dari sekian banyak pengajuan geopark di Indonesia, geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi satu-satunya usulan geopark yang melibatkan perguruan tinggi di dalam pengembangannya.

Optimalisasi riset juga semakin digulirkan Unpad. Ini terlihat dari meningkatkan jumlah publikasi internasional yang terindeks Scopus. Meningkatkan capaian ini, Unpad terus mendorong sivitas akademika maupun tenaga kependidikan untuk melakukan aktivitas riset melalui pemberian hibah internal universitas.

Aspek riset yang terintegrasi dengan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unpad diintegrasikan dengan implementasi hibah program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan para dosen.

Mahasiswa yang menjalankan KKN didampingi seorang dosen yang mendapat hibah PPM. Dengan demikian, diharapkan ada luaran riset yang bisa diimplementasikan di masyarakat.

Dari sisi kelembagaan, Unpad meraih peringkat di rentang 651-700 versi QS World University Rangkings 2019. Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, capaian ini menunjukkan pengakuan atas kinerja yang telah dilakukan Unpad.

Adapun indikator penilaian dilihat dari reputasi akademik, reputasi staf, jumlah sitasi per fakultas, kualitas mahasiswa, internasionalisasi fakultas, dan jumlah mahasiswa asing. Secara keseluruhan, penilaian dilakukan terhadap 1.233 perguruan tinggi yang ada di dunia.

Dari jumlah perguruan tinggi yang dinilai, pemeringkatan ditentukan untuk 1.011 perguruan tinggi terbaik. Di Indonesia, Unpad berada di posisi keempat dari 9 perguruan tinggi yang masuk pemeringkatan tersebut.

Menjawab tantangan pemerataan akses perguruan tinggi, Unpad telah mengembangkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di dua wilayah di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Pangandaran dan Garut. Bahkan, PSDKU di Kabupaten Garut telah menghasilkan lulusan yang diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

Unpad juga berkomitmen mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan didirikannya pusat unggulan SDGs Center  yang diharapkan dapat memainkan peran secara optimal agar agenda pembangunan berkelanjutan dapat tercapai di Indonesia pada 2030 mendatang.

Pusat unggulan ini banyak melakukan riset terkait SDGs. Salah satu riset yang dilakukan adalah menganalisis kesiapan Provinsi dalam mengimplementasikan SDGs. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi pihak terkait, terutama pemerintah, dalam  mengambil kebijakan.

Di aspek lainnya, sivitas akademika Unpad banyak menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional baik di aspek akademik maupun nonakademik. Prestasi menonjol di tingkat dosen salah satunya adalah terpilihnya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Popy Rufaidah, PhD, sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI pada KBRI di Washington DC.*

Laporan oleh Arief Maulana

 

The post Masuk Perguruan Tinggi Klaster Pertama Kemenristekdikti, Unpad Ikut Berkontribusi Bagi Negeri appeared first on Universitas Padjadjaran.