Melalui Tridarma, Perguruan Tinggi Punya Peran dalam Benahi Citarum

[unpad.ac.id, 3/5/2018] Pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan perannya dalam mengimplementasikan program Citarum Harum. Salah satu upaya tersebut adalah dimulainya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Citarum Harum yang dilaksanakan oleh sejumlah perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan pengarahan terkait program pemerintah dalam merevitalisasi sungai Citarum dalam acara Sarasehan Citarum Harum di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (3/5). Luhut mengatakan, peran perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung revitalisasi sungai Citarum. (Foto: Arief Maulana)*

KKN Tematik Citarum Harum dicanangkan pada acara Sarasehan Citarum Harum di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Kamis (3/5). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hari Pendidikan Nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Saya sangat mendorong kepada para Rektor, khususnya perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri bersama-sama untuk bersinergi dalam membersihkan Citarum,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Prof. Mohammad Nasir, PhD.

Melalui program tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup, termasuk dalam hal pengelolaan lingkungan. Prof. Nasir berharap, program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa melalui fungsi tridarma perguruan tinggi, peran perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung revitalisasi sungai Citarum. KKN Tematik tersebut juga diharapkan dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ditegaskan Luhut, permasalahan Citarum perlu menjadi perhatian bersama. Peran perguruan tinggi diperlukan dalam hal pengembangan riset dan teknologi, pendampingan masyarakat, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Permasalahan Citarum pun sudah sangat kompleks, khususnya terkait sampah dan air yang terkontaminasi. Hal ini juga memberikan efek buruk bagi kesehatan masyarakat, seperti meningkatkan potensi stunting pada masyarakat dan generasi mendatang.

“Marilah kita bekerja sama-sama untuk menyelesaikan ini. Dengan demikian Indonesia dapat lebih bagus lagi, dan Jawa Barat bisa lebih hebat lagi,” kata Luhut.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad mengungkapkan bahwa kiprah Unpad dalam memberikan sumbangsih terhadap kebermanfaatan Citarum sudah dilakukan sejak lebih dari 30 tahun lalu. Dengan bekerja bersama dan bersungguh-sungguh, Rektor yakin permasalahan Citarum dapat teratasi dengan baik.

“Kami merasa mendapatkan tambahan energi dan semangat yang luar biasa untuk dapat melanjutkan upaya-upaya kita. Karena sangat kami sadari sejak awal, tanpa kebersamaan dan sinergitas tidak mudah itu kita lakukan,” kata Rektor.

Rektor pun meyakini bahwa penyelesaian permasalahan Citarum bukan hanya untuk kebaikan Jawa Barat, tetapi akan memberikan kontribusi pada pembangunan Indonesia secara keseluruhan.

“Kalau kita sungguh-sungguh, mari kita buktikan pada dunia, bahwa orang Indonesia bisa menjalankannya” kata Rektor.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan simbolis bibit kopi kepada 10 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Acara sarasehan tersebut mempertemukan berbagai pemikiran dari para akademisi, tokoh masyarakat, komunitas, hingga mahasiswa dalam mendukung program revitalisasi Citarum. Sarasehan juga diisi dengan pameran foto dan hasil penelitian di sekitar DAS Citarum.*











 

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

The post Melalui Tridarma, Perguruan Tinggi Punya Peran dalam Benahi Citarum appeared first on Universitas Padjadjaran.