Olah Minyak Atsiri Menjadi Parfum, Mahasiswa Unpad Jadi Finalis di KMI Expo 2017

[unpad.ac.id, 27/11/2017] Sekelompok mahasiswa Universitas Padjadjaran menjadi finalis pada putaran final Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo VIII yang digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Polteknik Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, 22 – 25 November lalu.

Kelompok usaha “Calm’en Perfume” bersama dosen pendamping Dr. Dwi Purnomo, M.T., saat final Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo VIII yang digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Polteknik Negeri Pontianak, 22 – 25 November lalu.*

Melalui kelompok usaha “Calm’en Perfume” hasil kolaborasi mahasiswa antar program studi ini berhasil mewakili Unpad di ajang KMI. Ajang ini diikuti kurang lebih 100 perguruan tinggi di Indonesia.

Kelompok usaha “Calm’en Perfume” beranggotakan Arif Rahman Jaya (FTIP), Sammy Alva Aditya (FTIP), Andrian Solehudin (Fapet), Rifky Amrullan (FTIP), dan Ketut Widi Artayasa (FISIP). Produk parfum yang dihasilkan terbuat dari konversi minyak atsiri lokal melalui proses destilasi dan vacuum distilation fractional.

Pemilihan bahan dari minyak atsiri bertujuan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani minyak atsiri (citronella oil) di Indonesia. Selama ini, petani serai wangi sebagai bahan baku minyak atsiri dinilai tidak memiliki kemajuan signifikan atas produk yang dihasilkannya.

Minyak nilam sebagai salah satu komoditas minyak atsiri banyak diekspor ke luar negeri. Produk ini kemudian diolah menjadi produk-produk turunan dan kembali masuk ke Indonesia dengan harga jual yang tinggi.

Melalui usaha pemula bidang teknologi proses ini, kelimanya mengadopsi model bisnis sosial dengan menyasar peningkatan kesejahteraan petani. Pengembangan produk yang dilakukan mendapat pendampingan yang baik dari Prof. Dr. Unang Supratman, M.S., selaku Guru Besar FMIPA dan Kepala Pusat Laboratorium Sentral Unpad.

Selain itu, tim juga mendapatkan pendampingan di bidang proses aktivasi dan pengembangan usaha dari dosen FTIP Unpad Dr. Dwi Purnomo, M.T.

Hingga saat ini “Calm’en Perfume” sudah diujicobakan pasarnya. Respons masyarakat terhadap produk ini terbilang baik. Produk ini pun dapat menjadi alternatif produk parfum lokal dengan mutu yang baik.

Rangkaian ajang KMI dilakukan sejak tahun lalu. Produk “Calm’en Perfume” bersama kelompok usaha “Janaka” dan “Kosetratop” berhasil mendapatkan pembiayaan KMI 2017 untuk melakukan konsep usahanya.

Tiga kelompok usaha ini kemudian dilakukan monitoring oleh Kemenristekdikti. Hasilnya, usaha Arif dan kawan-kawan berkesempatan untuk melaju pada putaran final KMI Award 2017 di Pontianak.

Di ajang tersebut, tim melakukan pameran dan seleksi final untuk memperebutkan gelar kategori wirausaha dan stan pameran terbaik. Namun, tim Unpad belum berhasil membawa gelar juara pada ajang itu.

Meski belum meraih juara, konsep usaha yang melibatkan disiplin ilmu ini harus terus ditingkatkan di lingkungan Unpad. “Ke depan, konsep integratif multi keilmuan, kolabroasi para periset, dan pendampingan yang sungguh-sungguh dapat menjadikan Unpad unggul dalam menciptakan beragam usaha baru berbasis teknologi proses. Kemudian prosesnya dicatatkan secara baik dalam publikasi agar dapat menjadi sumber keilmuan terbaru,” ujar Dr. Dwi.

Lebih lanjut Dr. Dwi mengungkapkan, usaha yang mengangkat berbagai komoditas lokal memiliki nilai tambah. Selain meningkatkan potensi komoditas lokal, usaha dengan basis ini juga turut serta meningkatkan kesejahteraan petaninya.

Berkaca dari upaya yang dilakukan pada ajang KMI, Dr. Dwi mengungkapkan, Unpad harus mempersiapkan dengan baik potensi usaha yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, ajang ini merupakan refleksi kurikulum yang diselenggarakan di tiap perguruan tinggi.

“Peserta bukan hanya diuji terkait usahanya, namun juga karakter-karakter unggulnya yang merupakan hasil dari sistem pendidikan yang diselenggarakannya,” pungkasnya.*

Laporan oleh Arief Maulana

The post Olah Minyak Atsiri Menjadi Parfum, Mahasiswa Unpad Jadi Finalis di KMI Expo 2017 appeared first on Universitas Padjadjaran.