Pancasila Sebagai Dasar Pemersatu Perbedaan

[unpad.ac.id, 1/6/2018] Presiden RI Joko Widodo mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Setiap warga negara punya tugas dan tanggung jawab untuk memastikan Pancasila selalu hadir dalam kehidupan.

Universitas Padjadjaran melaksanakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2018 di halaman Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (1/6). Dalam upacara tersebut, Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad selaku pembina upacara membacakan pidato Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Tedi Yusup)*

Demikian disampaikan Presiden dalam pidato upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2018 yang dibacakan Rektor Universitas Padjadjaran saat menjadi pembinca upacara di halaman kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (1/6). Upacara ini diikuti pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Unpad.

Presiden menyampaikan, Pancasila telah diuraikan secara oleh Soekarno pada 1 Juni 1945 silam. Gagasan tersebut kemudian dituangkan ke dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945. Ini berarti, sudah 73 tahun Pancasila menjadi rumah dalam kebinekaan bangsa Indonesia.

“(Pada masa perumusan) Pendiri bangsa dari berbagai latar belakang dan kelompok duduk bersama menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan,” kata Rektor.

Rektor membacakan, setiap negara di dunia akan berproses menjadi negara yang bineka. Proses ini adakalnya dibayangi oleh tindakan intoleransi, ketidakbersatuan, dan ketidakgotongroyongan. Indonesia punya upaya dalam mempreventif tindakan tersebut melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Untuk itu, Presiden mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bisa membagi pengalaman dalam membangun semangat Bineka Tunggal Ika melalui pengamalan nilai Pancasila. Masyarakat jangan menghamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan.

Mengusung tema peringatan “bersatu, berbagi, berprestasi”, Presiden menilai semangat berprestasi ini akan membara di seluruh lapisan masyarakat. “Semangat ini akan membara di seluruh jenis profesi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju,” kata Rektor.






Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai pembaca Undang-undang Dasar 1945 adalah Direktur Kerja Sama dan Korporasi Akademik Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K), serta pembaca doa oleh Kepala Satuan Pengendalian dan Koordinasi Program drs. Agus Safari, M.Si.*

Laporan oleh Arief Maulana

The post Pancasila Sebagai Dasar Pemersatu Perbedaan appeared first on Universitas Padjadjaran.