Presiden Joko Widodo: Perguruan Tinggi Garda Terdepan Mengantisipasi Perubahan Bangsa

[unpad.ac.id, 11/09/2017] Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo mengajak segenap elemen Universitas Padjadjaran untuk ikut mengantisipasi berbagai hal yang berkaitan dengan perubahan global. Saat ini, dunia menghadapi tantangan perubahan global yang begitu pesat.

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo saat menyampaikan orasi dalam acara Puncak Perayaan Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (11/09). (Foto: Tedi Yusup)*

“Perguruan tinggi adalah yang paling siap hadapi perubahan,” ujar Presiden saat menyampaikan orasi dalam acara Puncak Perayaan Dies Natalis ke-60 Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (11/09).

Salah satu antisipasi yang dilakukan perguruan tinggi adalah berani berubah. Presiden menjelaskan, selama bertahun-tahun keilmuan yang diajarkan di perguruan tinggi tidak banyak berubah. Jika melihat tantangan global, orientasi keilmuan juga harus menyesuaikan.

Ia mencontohkan program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis misalnya, saat ini harus mampu mengakomodasi tren dan kebutuhan global. “Fakultas Ekonomi itu menjadi, misalnya, ada jurusan logistik manajemen, ritel manajemen, toko online, karena produk (ekonomi)nya sudah berubah,” kata Presiden.

Derasnya arus informasi di media sosial juga menjadi perubahan yang mesti diantisipasi. Kecepatan dan keterbukaan berbagai informasi di media sosial mengalahkan kecepatan media arus utama. Untuk itu, perguruan tinggi, termasuk Unpad, didorong untuk menyiapkan program keilmuan khusus terkait media sosial.

“Inilah peran universitas, harus menyiapkan sumber daya manusia kita untuk bersaing dalam kompetisi. Kalau tidak akan sangat berbahaya,” ujarnya.

Lebh lanjut Presiden mengungkapkan, pengelolaan media sosial saat ini dipandang penting. Mengingat saat ini dan masa depan, media sosial disinyalir menjadi ruang interaksi sosial. Adanya program studi khusus ini diharapkan dapat mengontrol masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial.

Siapkan Karakter

Diperkirakan dalam 5 – 10 tahun ke depan, para ahli menyebut generasi Indonesia akan diisi dengan generasi Y dan milenial. Generasi ini yang akan memegang posisi kunci kemajuan bangsa.

Sebagai negara terbesar ketiga dalam hal pengguna internet di dunia, masyarakat dan pemerintah harus mengintervensi penggunaan teknologi agar sesuai dengan koridor yang ditetapkan. Beragam informasi menyimpang akan berpengaruh pada kondisi sosial budaya.

Presiden menyebut, informasi menyimpang akan menyebabkan masyarakat mudah terpancing emosi. “Masyarakat mudah tertipu berita bohong, hoax. Oleh sebab itu, universitas sebagai penjaga terdepan bisa ikut bersama-sama dengan pemerintah mengantisipasi berbagai hal yang berkaitan dengan itu,” kata Presiden.






Pemberian pendidikan karakter,integritas, kejujuran, etos kerja, anti korupsi, toleransi, hingga persatuan dan kesatuan wajib diberikan kepada mahasiswa. Mahasiswa, lanjut Presiden, harus dibentengi agar tidak termasuk ke dalam kelompok yang mudah terhasut oleh derasnya arus informasi jagat maya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Unpad, Presiden didampingi Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad juga meninjau pameran Foto Pembangunan Infrastruktur yang merupakan kerja sama Unpad dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta  Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Selain menyampaikan orasi, Presiden juga mendapat penghargaan Anugerah Padjadjaran Utama dari Rektor Unpad. Usai memberikan orasi, Presiden menyempatkan menjadi imam salat zuhur di Masjid Al-Jihad, Kampus Unpad dan melanjutkan agenda kerjanya di Kota Bandung.*

Laporan oleh Arief Maulana

 

 

 

The post Presiden Joko Widodo: Perguruan Tinggi Garda Terdepan Mengantisipasi Perubahan Bangsa appeared first on Universitas Padjadjaran.