Tiga Kelompok PKM Unpad Lolos Pimnas ke-31 di Yogyakarta

[unpad.ac.id, 23/8/2018] Sebanyak tiga kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Padjadjaran lolos untuk berlaga di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 2018 di kampus Universitas Negeri Yogyakarta, 28 Agustus hingga 2 September 2018.

Tiga kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Padjadjaran yang lolos berlaga di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 2018 di kampus Universitas Negeri Yogyakarta, 28 Agustus hingga 2 September 2018, sedang mengikuti pengarahan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A., di ruang rapat bersama Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Kamis (23/8). (Foto: Arief Maulana)*

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Dr. Arry Bainus, M.A., mengapresiasi kelompok PKM Unpad yang lolos Pimnas. Ia mengharapkan, tiga kelompok ini dapat mendapatkan raihan terbaik.

“Yang terpenting, kita harus percaya diri di lapangan,” kata Dr. Arry dalam acara pelepasan kontingen Pimnas Unpad di ruang rapat bersama Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Kamis (23/8).

Acara pelepasan tersebut dihadiri Direktur Pendidikan dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Wawan Hermawan, dua tim reviewer PKM Unpad Dr. Marleen Sunyoto, M.P., dan Dr. Cukup Mulyana, M.S., serta dosen pembimbing dan staf dari Direktorat Pendidikan dan Kemahasiswaan Unpad.

Dr. Arry menilai, membangun kepercayaan diri penting dilakukan oleh kontingen. Sikap ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa Unpad kerap tidak percaya diri saat berkompetisi di luar. Untuk itu, para kontingen diharapkan dapat menjaga kesehatan selama berkompetisi di Pimnas.

“Mudah-mudahan kita mendapat yang terbaik,” imbuhnya.

Dr. Arry mengatakan, Pimnas merupakan ajang penting bagi peningkatan kualitas mahasiswa. Untuk itu, Unpad terus mendorong para mahasiswa melakukan perencanaan lolos Pimnas melalui pendampingan yang komprehensif.

“Bagi kita, Pimnas ini sesuatu. Kita akan dorong perencanaan perolehan prestasi tertentu kepada UKM dan himpunan,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Dr. Arry, Unpad akan melakukan program perencanaan kelompok PKM yang akan berlaga di Pimnas. Perencanaan dilakukan melalui kolaborasi dengan program riset yang dijalankan para dosen.

“Pimnas ini ‘kan prestasi. Jika ini merupakan prestasi yang harus dikejar, maka kita harus sungguh-sungguh diupayakan dan direncanakan dengan baik,” kata Dr. Arry.

Adapun tiga kelompok PKM Unpad yang lolos Pimnas itu adalah sebagai berikut:

1. “Mas Hore atau Metode Self and Home Care, Solusi Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Anak Tunadaksa”

Kelompok PKM kategori Pengabdian kepada Masyarakat ini beranggotakan Nur Fauziana Hayuningtyas, Faizah Salsabila, Egidya Friezca, dan Ina Herlina dan dosen pembimbing Dr. Arlette Suzy Puspa, drg., Sp.KGA(K), M.Si. Kelompok ini mengembangkan program efektif untuk menyosialisasikan program kesehatan gigi dan mulut.

Nur dan kawan-kawan berfokus pada penyusunan program peningkatan kesehatan gigi dan mulut untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ini didasarkan, anak kelompok ini memerlukan perhatian lebih dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Keterbatasan dalam melakukan gerakan menjadi salah satu hambatannya.

Keempatnya memodifikasi sikat gigi untuk mempermudah anak menyikat gigi. Modifikasi ini dibuat dengan menambahkan bahan elastomer bernama putty yang bisa dicetak sesuai genggaman tangan anak.

Pemberian edukasi dilakukan melalui beberapa metode. Pertama, melalui metode tell, show, and do (TSD), para anak diberi edukasi pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Proses sosialisasi ini juga melibatkan para orang tua dan guru untuk mendukung anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya.

Metode ini merupakan implementasi prinsip dan teori observasional dalam psikologi. Teori tersebut menjelaskan, setiap individu memiliki kemampuan mengamati dna meniru perilaku yang muncul di lingkungannya. Untuk itu, keterlibatan orang tua dan guru diperlukan karena adanya interaksi langsung yang terbangun dengan anak.

Metode selanjutnya adalah mendorong anak merawat dirinya (self-care) melalui permainan edukatif. Permainan ini menggunakan prinsip multisensori dan individualisasi. Metode lain yang digunakan adalah metode home care yang diberikan kepada orang tua melalui pelatihan dan pembekalan modul tabel sikat gigi pagi dan malam.

2. “Neng Daysi atau Nasi Herbal Bawang Dayak Siap Saji”

Kelompok PKM kategori Kewirausahaan ini beranggotakan Novi Dwi Apriliani, Ika Rohani, Belinda Dwi Astuti, Fadhilla Ridwan dan Listy Cahyaningtyas, serta dosen pembimbing Dr. Ade Zuhrotun MSi. Apt.

Neng Daysi merupakan produk inovasi pangan berupa beras siap saji yang dicampur ekstrak bawang dayak disertai kantung herbal berisi bawang dayak dan rempah kering (salam, sereh dan daun jeruk purut). Produk ini memiliki beberapa keunggulan, seperti rendah indeks glikemik, antidiabetes, antioksidan, antikanker, mampu menstabilkan gula darah.

Dengan proses pembuatan yang cukup singkat, nasi “Neng Daysi” mampu ditanak tiga kali lebih cepat dari nasi biasa. Selain itu, dengan memiliki aroma rempah dan dibalut kemasan yang unik, produk ini sangat cocok bagi kaum perempuan yang tengah menjalankan program diet.

Produk Neng Daysi telah dikenalkan pada komunitas kesehatan seperti tenaga medis dan apoteker, serta telah dijual di berbagai acara kemahasiswaan. Produk Neng Daysi juga memiliki varian rasa, yaitu orisinal, tempe kering, dan kentang mustopa.

3. “PeDe: Inovasi Pewangi Tempel Kaki untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri”

Kelompok PKM kategori Kewirausahaan ini beranggotakan Dede Putri Sriyani, Muhammad Ihsan, Ghina Izdihar, Dini Wahyuni, dan Dini Oktaviani dengan dosen pembimbing Dr. Desi Harneti Putri Huspa, M.Si.

“PeDe” atau Perfect Deodorizer ini merupakan pewangi yang ditempel di kaki. Produk ini terbuat dari racikan sejumlah bahan alami yang didesain sangat praktis, berbentuk pipih dan berukuran setengah kaki orang dewasa. Dengan demikian, pewangi ini mudah dibawa kemana saja.

Produk ini memiliki khasiat mengatasi bau kaki, memberikan sensasi segar saat pemakaian, melancarkan peredaran darah, serta mengurangi rasa pegal di kaki. Selain sehat, produk ini juga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri para penggunanya.

Kandung bahan alami yang digunakan seperti ekstrak minyak dari jeruk nipis, melati, sereh, dan lavender. Terdapat empat varian aroma produk inovasi ini, yaitu bergemot orange, lemongrass, melati, dan peppermint dicampur lavender.*

Laporan oleh Arief Maulana

The post Tiga Kelompok PKM Unpad Lolos Pimnas ke-31 di Yogyakarta appeared first on Universitas Padjadjaran.