Tujuh Guru Besar Unpad Masuki Purnabakti, Pemikirannya Tetap Dibutuhkan

[unpad.ac.id, 4/8/2018] Sebanyak tujuh guru besar Universitas Padjadjaran yang tahun ini memasuki masa purnabakti menyampaikan kuliah kehormatan pada acara “Kuliiah Kehormatan Profesor Purnabakti” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Sabtu (4/8).

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad memberikan cenderamata kepada Prof. Dr. Firman F. Wirakusumah, dr., SpOG (K), salah satu dari tujuh guru besar Unpad yang memasuki masa purnabakti dalam acara “Kuliiah Kehormatan Profesor Purnabakti” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Sabtu (4/8). (Foto: Tedi Yusup)*

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Profesor Unpad Prof. Dr. Sutyastie Soemitro Remi, S.E., M.S.,mengungkapkan bahwa acara tersebut digelar untuk mengapresiasi para profesor yang kini memasuki masa purnabakti.

“Mengakhiri masa bakti, dan memasuki  masa purnabakti bagi setiap insan merupakan momen yang sangat bersejarah. Oleh karena itu Dewan Profesor Unpad melaksanakan hari khusus apresiasi bagi para profesor yang memasuki masa purnabakti, yang dilakukan secara bersamaan, dan para guru besar purnabakti melaksanakan orasi yang kami sebut kuliah kehormatan,” tutur Prof.  Sutyastie.

Kuliah kehormatan yang disampaikan para guru besar tersebut merupakan sejumlah pemikiran dan  kegiatan yang sudah dilaksanakan semasa bertugas, serta cita-cita yang perlu dilanjutkan oleh para juniornya. Materi kuliah kehormatan ini juga telah dihimpun dalam sebuah buku sehingga dapat disebarluaskan.

“Terima kasih yang tidak terhingga atas seluruh tridharma yang telah dikontribusikan, baik kepada sivitas akademika Unpad, maupun masyarakat, dan bangsa Indonesia,” ucap Prof. Sutyastie kepada para Guru Besar purnabakti.

Sementara itu, Rektor Unpad Prof Tri Hanggono Achmad mengatakan bahwa ketika sudah menjadi profesor di Unpad, maka sepanjang hayat akan menjadi anggota Dewan Profesor. Dengan demikian, pandangan pemikiran, dan gagasannya diharapkan akan selalu dapat tersampaikan.

Kedepannya, Unpad akan terus berupaya untuk memfasilitasi berbagai aktivitas dari para profesor purnabakti dalam kerangka yang lebih produktif.

“Sebagai PTN BH, kita pun harus terus mengembangkan fasilitasi-fasilitasi beyond dari masa aktifnya,” ujar Rektor.

Menurut Rektor, acara ini juga dapat menjadi sarana bagi para guru besar untuk menyampaikan gagasan secara lebih luas, serta untuk saling bertukar pikiran dari berbagai bidang ilmu. Diharapkan, kegiatan ini bukan hanya dapat bermanfaat bagi para guru besar, tetapi hingga generasi-generasi berikutnya.

Para Guru Besar Purnabakti tersebut adalah Prof. Dr. Hj. Yuyun Yuwariah, Ir., AS., M.S. dari Fakultas Pertanian yang menyampaikan kuliah kehormatan berjudul “Model Pengembangan Sistem Pertanian Berkelanjutan dalam Pengembangan Pendidikan Tinggi Masa Depan”, Prof. Dr. Firman F. Wirakusumah, dr., SpOG (K) dari Fakultas Kedokteran dengan kuliah kehormatan “Etika Penelitian Kesehatan di Indonesia”, dan Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti, M.S. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang menyampaikan materi “Beberapa Catatan Pengalamanku dalam Melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi di Universitas Padjadjaran”.

Selanjutnya, Prof. dr. Herman Susanto, Sp.OG., K-Onk dari Fakultas Kedokteran menyampaikan kuliah kehormatan berjudul “Kanker Seviks, Tumor Ganas yang Dapat Dicegah: Tinjauan Atas Tata Tulis Makalah Ilmiah”, Prof. Dr. Ir. Maman Paturochman, M.S. dari Fakultas Peternakan dengan materi berjudul “Manajemen Pemasaran Aneka Jenis Ternak dan Produk Peternakan di Indonesia”.

Prof. Dr. Ir. Hj. Nurpilihan Bafdal, M.Sc. dari Fakultas Teknologi Indiustri Pertanian menyampaikan kuliah kehormatan “Teknologi Inovasi Pemanenan Air Sebagai Upaya Sumber Air Irigasi Menghadapi Perubahan Iklim Global”, dan Prof. Dr. Rully M.A. Roesli, dr., SpPD-KGH, dari Fakultas Kedokteran dengan kuliah kehormatan berjudul “1+2=3”.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

The post Tujuh Guru Besar Unpad Masuki Purnabakti, Pemikirannya Tetap Dibutuhkan appeared first on Universitas Padjadjaran.