Unpad dan Pemkab Bandung Sepakat Kembangkan Kawasan Budaya Sunda dengan Dukungan Teknologi

[unpad.ac.id, 28/3/2018] Universitas Padjadjaran berkomitmen mendukung program “Bandung Seribu Kampung” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bandung. Dukungan ini diwujudkan melalui upaya Unpad dalam mengintegrasikan budaya Sunda terhadap potensi dan teknologi di wilayah Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser (kedua dari kiri) saat melakukan diskusi dengan Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad (kiri) dan sejumlah pimpinan Unpad di rumah dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (27/3).*

“Kami ingin memulai memfokuskan dan memberikan prioritas terhadap potensi yang dimiliki oleh Unpad, juga potensi  di kabupaten Bandung,” ungkap Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad usai melakukan pertemuan dengan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser di rumah dinas Bupati Bandung, Soreang, Selasa (27/3).

Dalam pertemuan tersebut, Rektor didampingi Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Arry Bainus, Direktur Kerjasama dan Korporasi Akademik Prof. Budi Setiabudiawan, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Wakil Dekan Fakultas Pertanian, serta sejumlah dosen di lingkungan Unpad.

Dikutip dari Humas Pemkab Bandung, Rektor mengatakan, sebagai perguruan tinggi yang konsisten dalam membangun aspek kesundaan di lingkungan kampusnya, kerjasama ini dinilai tepat dilakukan. Nantinya, rencana program seribu kampung akan diperkuat dengan kapasitas akademik yang dimiliki Unpad.

Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan penguatan di bidang pendidikan, ekonomi, pertanian, perdagangan, sosial budaya, hingga pariwisata.

“Nanti kita mulai backup pemuatannya dengan menggunakan kapasitas ekonomi digital, yang sekarang sedang didorong penguatannya dengan beberapa pihak. Pengembangan ekonomi ini harus mampu menjaga keunggulan budaya asli kesundaan,” terang Rektor.

Rektor menambahkan, hadirnya kawasan budaya di Kabupaten Bandung dapat memberikan wawasan lebih luas kepada masyarakat tentang budaya Sunda. Dengan memanfaatkan teknologi, kemasan kawasan ini diharapkan akan jauh lebih menarik.

“Saat orang  mau melihat kegiatan budaya sudah tidak perlu menunggu ada pesta. Tapi ada di kawasan ini. Bisa menjadi sarana edukasi, promosi bahkan menjadi objek wisata yang canggih di era milenial  dan metode kekinian ini,” ujarnya.

Rektor juga berkomitmen seluruh fakultas di Unpad akan mendukung program ini. Salah satu dukungan yang dilakukan adalah ikut memperkuat sektor sumber daya manusia di Kabupaten Bandung. Dengan berfokus pada ekonomi masyarakat berkelanjutan, pendidikan di perguruan tinggi akan difokuskan pada pengembangan sektor ekonomi riil.

Sementara itu, Dadang Naser mengapresiasi langkah kerjasama yang dibangun Unpad. Dengan melibatkan segenap perangkat daerah, ia optimis pembangunan program ini terwujud dengan baik.

“Semua agenda pembangunan saya harap bisa terdukung melalui riset atau penelitian, supaya penerapannya tepat sasaran dan berhasil,” harap Bupati.

Tidak hanya memperkuat sektor sumber daya manusia, hadirnya Unpad dalam pembangunan kampung budaya diharapkan dapat mengenalkan berbagai tradisi dan budaya Sunda melalui metode yang lebih modern.

“Apalagi generasi sekarang hidup di era milenial, semua sudah (harus) berbasis teknologi,” kata Dadang.

Laporan oleh Arief Maulana

The post Unpad dan Pemkab Bandung Sepakat Kembangkan Kawasan Budaya Sunda dengan Dukungan Teknologi appeared first on Universitas Padjadjaran.