Unpad Gelar Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN

[unpad.ac.id, 5/3/2018] Universitas Padjadjaran menggelar sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), awal Maret ini. Sosialisasi dilakukan di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat.

Wakil Dekan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Prof. Muchtaridi, M.Si., PhD, Apt., saat melakukan sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di Gedung Olahraga SMAN 1 Parigi, Jumat (2/3). (Foto: Tedi Yusup)*

Di hari pertama dan kedua, Kamis (1/3) dan Jumat (2/3), sosialisasi dilakukan di kota Banjar, Pangandaran, Cianjur, Sukabumi, dan Tasikmalaya. Di Banjar dan Pangandaran, sosialisasi dijelaskan Wakil Dekan Fakultas Farmasi Unpad Prof. Muchtaridi, M.Si., PhD, Apt., yang bertempat di Aula SMAN 1 Banjar dan gedung olah raga SMAN 1 Parigi.

Di hadapan siswa dan guru SMA/SMK di kota Banjar, Prof. Muchtaridi menjelaskan mengenai profil Unpad serta mekanisme pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2018. Terkait persentase jumlah mahasiswa asal Banjar yang berkuliah di Unpad, Prof. Muchtaridi mengatakan, jumlahnya masih sedikit.

Padahal, Unpad tetap berkomitmen menyelenggarakan program afirmasi bagi siswa yang berasal dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat untuk bisa berkuliah di Unpad. Melalui program “Unpad Nyaah ka Jabar” yang telah dilaksanakan sejak 2013 lalu, sebanyak 78% mahasiswa Unpad saat ini berasal dari Jawa Barat.

“Saat ini ketentuan 2 mahasiswa per wilayah per program studi masih berlaku. Sekarang bahkan tidak hanya 2 orang. Jika di satu sekolah per kota ada 2 orang yang mendaftar di satu prodi, kalau dua-duanya bagus, dua-duanya berpeluang masuk prodi tersebut,” kata Prof. Muchtaridi.

Persentase siswa yang lulus per sekolah di satu kota/kabupaten semuanya didasarkan pada penghitungan indeks sekolah dan indeks wilayahnya. Guru besar bidang Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal di Fakultas Farmasi Unpad ini menjelaskan, kakak kelas dan sekolah memiliki andil dalam menentukan jumlah lulusan yang diterima di Unpad.

“Ketika kakak kelas yang lebih dahulu diterima di Unpad dapat memberikan kebanggaan kepada sekolah Anda, seperti IPK-nya bagus dan menorehkan prestasi lainnya, ini akan memberikan kesempatan tambahan kepada adik-adiknya. Selain itu, ketika prestasi sekolah tidak konsisten, maka jumlah yang diterima di Unpad akan jatuh,” paparnya.

Sementara di hadapan guru dan siswa SMA/SMK di Pangandaran, Prof. Muchtaridi mendorong generasi muda di Pangandaran untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hadirnya Unpad di Pangandaran melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) salah satunya untuk mendorong peningkatan jumlah generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi.

Kampus ini diprioritaskan terutama bagi mahasiswa asal Priangan Timur, seperti Pangandaran, Banjar, Ciamis, dan Kabupaten Tasikmalaya.“Masih sedikit jumlah mahasiswa asal Pangandaran yang berkuliah di PSDKU Unpad-Pangandaran. Sebagian besar didominasi mahasiswa di luar Jawa Barat. Ini disayangkan,” kata Prof. Muchtaridi.

Ia menjelaskan, banyak lulusan SMA/SMK di Pangandaran yang lebih memilih bekerja ketimbang melanjutkan ke perguruan tinggi. Padahal, dengan adanya kampus Unpad di Pangandaran, salah satunya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat di sana. Program studi yang disiapkan di PSDKU merupakan program studi yang memiliki prospek bagus ke depan.

“Para Menteri dan Pak Bupati Pangandaran sangat mendukung hadirnya Unpad di Pangandaran. Semangat ini yang harus dimiliki oleh kalian,” kata Prof. Muchtaridi.










Di Tasikmalaya, sosialisasi digelar di Auditorium SMAN 1 Tasikmalaya, Jumat (2/3). Kepala Sekolah SMAN 9 Tasikmalaya Elin Darliah, dra., M.Pd., mengapresiasi upaya Unpad dalam melaksanakan sosialisasi di kota Tasikmalaya.

“Sangat kami tunggu sosialisasi mengenai Unpad, karena sebagai bahan dasar informasi kepada anak didik kami mengenai SNMPTN dan SBMPTN. Dengan disinggungnya pernyataan Unpad Nyaah Ka Jabar, kami sangat berharap dengan adanya Unpad Nyaah Ka Jabar, kuota untuk masuk ke Unpad bisa diperbanyak lagi untuk Tasikmalaya dan merata disetiap sekolah,” ujar Elin.

Pemaparan disampaikan Dr. Denie Heriyadi, M.S., S.U., selaku tim SMUP. Saat ditanyakan mengenai peluang siswa SMK untuk diterima di jalur SNMPTN, Dr. Denie menjawab bahwa jalur SNMPTN memang terbatas bagi pelajar SMK. Namun, siswa berpeluang masuk ke perguruan tinggi negeri via jalur SBMPTN.

“SBMPTN benar-benar kompetisi murni dari hasil SBMPTN. Tidak melihat dari IPA/IPS/Bahasa pada SMA/SMK/sederajat, yang penting pada saat testing SBMPTN, dia nilainya terbaik,” kata Dr. Denie.

Sosialisasi di Cianjur dan Kabupaten Sukabumi digelar di SMAN 1 Cianjur, Kamis (1/3) dan SMAN 1 Cibadak, Jumat (2/3). Bertindak sebagai penyampai materi sosialisasi Kepala Kantor Komunikasi Publik Ade Kadarisman, S.Sos., M.Sc., M.T.

Para peserta, baik dari kalangan siswa, guru, maupun anggota musyawarah guru Bimbingan Konseling (BK) sangat antusias mengikuti acara yang rutin dilakukan oleh Unpad ini. Banyak pertanyaan yang diajukan diantaranya tentang program kedokteran gratis, penggunaan asrama, dan program “Unpad Nyaah Ka Jabar”.*

Laporan oleh Arief Maulana, Winda Eka Putri, Safa Annisaa

Foto oleh Tedi Yusup, Winda Eka Putri, Safa Annisaa

The post Unpad Gelar Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN appeared first on Universitas Padjadjaran.