Ramadhan merupakan bulan ke-9 dalam kalender Islam. Ramadhan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai bulan suci. Umat Muslim merayakannya dengan berpuasa, meningkatkan ibadah, berkumpul dengan melakukan kegiatan yang positif dll. Bulan Ramadhan dipercaya sebagai bulan di mana pertama kalinya Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selama bulan Ramadhan, seluruh umat Muslim melakukan ibadah puasa, tidak makan dan minum dari terbit hingga terbenamnya matahari. Saat puasa, umat Muslim juga dianjurkan untuk menahan diri dari hawa nafsu agar lancar menjalankan ibadah puasa serta terhindar dari dosa. Berpuasa merupakan salah satu dari 5 rukun agama Islam yang menjadi fondasi hidup umat Muslim.
Umat Muslim di seluruh dunia melakukan ibadah puasa dengan waktu yang berbeda-beda. Hal ini karena setiap negara memiliki zona waktunya masing-masing. Di Indonesia umat Muslim berpuasa selama 13 jam, sedangkan jika di Rusia umat Muslim harus berpuasa di antaranya mencapai 14 – 18 jam. Perbedaan waktu tersebut tentu akan terasa bagi orang Indonesia yang sedang berada di Rusia. Seperti yang dialami oleh salah satu alumni sastra Rusia UNPAD angkatan 2016, Aji Halim Kus Pratomo atau yang akrab disapa Aji.
Aji adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S2 di Penza State University, tepatnya di kota Penza, Rusia. Sebagai mahasiswa asing, tentunya ia merasakan perbedaan suasana Ramadhan. Baginya, suasana Ramadhan di Rusia tidak terlalu terasa jika di tempat-tempat umum.
“Suasana Ramadhan di Rusia kalau di tempat-tempat umum gak terlalu terasa, gak ada yang tutup tirai, gak ada yang jualan takjil. Paling di masjid-masjidnya ada yang mengadakan buka bersama. Jadi biasanya di sini ada makanan yang namanya плов (plov) yang biasanya dibagikan untuk santap berbuka bersama”. Minggu (16/4/2023).
Menurut Aji, perbedaan suasana Ramadhan di Indonesia dan di Rusia salah satunya karena faktor suhu dan cuaca.
“Kalau di Rusia, karena cuacanya relatif dingin jadi gak mudah haus. Kalau di Indonesia cuacanya kan relatif panas, jadi misalnya kebanyakan aktivitas di luar pasti gampang haus”.
“Di kota Penza , kebetulan saya tinggal di asrama kampus. Di satu lantai asrama bisa hampir semuanya Muslim, sekitar 90% an. Karena rata-rata semuanya dari negara pecahan yang beragama Muslim, seperti Tajikistan, Uzbekistan, Kirgistan. Jadi Alhamdulillah masih ada teman-teman yang menemani untuk berpuasa bersama”. Tambahnya.
Selain itu, perbedaan lama waktu sahur dan berbuka menjadi salah satu tantangan saat berpuasa di Rusia. Aji menjelaskan bahwa setiap harinya waktu sahur dan berbuka dapat berbeda-beda.
“Kalau di kota Penza untuk waktu berbuka puasa nambah 3 menit setiap harinya, sedangkan waktu sahur berkurang 3 menit setiap harinya. Mungkin tidak terasa, namun waktu tidurnya jadi lebih sedikit”.
Aji juga membagikan pengalamannya saat mencari makanan halal di Rusia. Ia mengaku di tempatnya tidak terlalu susah untuk mencari makanan halal.
“Kalau di sini (kota Penza) kebetulan ada tempat-tempat khusus menjual makanan halal, biasanya ada restoran-restoran bercap halal yang berasal dari negara-negara muslim pecahan Rusia”.
Menurut Aji, keuntungan menikmati Ramadhan di Rusia akan mendapatkan suasana baru, teman-teman baru, budaya yang berbeda, serta suhu udara yang relatif dingin. Namun ia juga memaparkan bahwa di sana masih sedikit untuk tempat ibadah umum seperti masjid.
Ramadhan dan berpuasa di Rusia bagi Aji sangat seru dan menyenangkan. Aji menjelaskan bahwa ia banyak sekali mendapatkan pengalaman baru. Salah satunya ketika ia berbayar zakat.
“Ramadhan di Rusia itu seru, banyak pengalaman baru yang saya dapat. Salah satunya cara membayar zakat. Ternyata di sini hanya dimasukkan ke kotak amal, tidak seperti di Indonesia yang harus bertemu dengan pengurus masjidnya”, pungkasnya.
Suasana Ramadhan di Rusia tentu akan berbeda dengan suasana Ramadhan di Indonesia. Hal itu tentu disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor sosial, kebudayaan, geografis dll. Namun apapun perbedaan tersebut, yang terpenting bulan Ramadhan dapat dirayakan dan dijalankan dengan baik serta dapat diambil hikmah dan pengalaman di dalamnya.
Selamat Merayakan Ibadah Puasa Bagi yang Menjalakannya!